Rabu, 21 November 2012


Imam hanya tersenyum mendengar pertanyaan Bahrul barusan.
“Gini Rul. Kamu pernah telat nggak ngumpulin tugas ke dosen?”
“Pernah Tu. Tugas nya pak Maryoso.”
“Tapi tetep lu kumpulin kan?”
“Iya. Tetep di kumulin lah, kalau enggak, pak Maryoso bisa ngadat.”
“Nah begitupun dengan shalat. Gue shalat karena gue pengen ngumpulin tugas gue sama Allah. Urusan di terima atau tidak nya, itu urusan Allah. Yang penting gue udah ngumpulin tugas gue yaitu shalat itu sendiri.”
“Oh gitu ya. tapi kan tetep aja nggak bakalan di teirma.”
“Nah itu dia salah nya manusia. Yang suka menyimpang dari tugas nya.”
“Maksud Lu apa?”
“Gini Rul. Manusia itu di ciptakan untuk beribadah kepada Allah. Kita tidak boleh memikirkan apakah ibadah kita akan di terima oleh Allah atau tidak. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana caranya supaya kita bisa beribadah dengan sebaik mungkin. Urusan di terima atau tidak nya itu keputusan Allah. Karena Dia adalah hakim yang seadil-adil nya.”
“Gue masih bingung nih” kata bahrul sambil menggaruk-garil kepalanya yang tidak gatal.
“Yeh… singkatnya gini Rul. Kita jangan mengambil tugas Tuhan yaitu menentukan sesuatu. Tugas kita hanya beribadah dan berusaha di muka bumi ini.” Ungkap Imam sambil menyeruput kopi Bahrul.
“Yeh… buat sendiri,” Bahrul sewot.
“Pelit amat sih,” lagi-lagi imam menyeruput kopi Bahrul.
“Ah lu mah, abis entar.”
Keduanya terdiam menikmati secangkir kopi hangat dipadu udara dingin Jatinangor pagi itu. Imam tidak berangkat kuliah, karena sudah tidak sempat lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!