Selasa, 03 September 2013



Hallo. Perkenalkan, nama gue Alfa. Tiga hal yang menjadi ciri khas gue yaitu ganteng, smart dan dikagumi cewek-cewek. Asli, tiga hari setelah gue membuat pernyataan tersebut, followers gue tinggal satu. Nyokap.
Oke, itu hanya pembukaan. Sebenarnya gue cuma pemuda biasa-biasa aja, masih SMA, masih perjaka dan masih jomblo, itu yang penting. Gue terlahir dengan IQ yang tidak terlalu tinggi. Gue lima bersaudara dan gue anak terakhir. Temen-temen gue bilang IQ gue cuman sisa dari kakak-kakak gue, itu terbukti mereka semua smart, selalu rangking satu dan jadi kebanggaan orang tua. Gue dikenal sebagai pemuda hitam manis. Entah itu hanya untuk menghibur gue yang mempunyai kulit gelap atau memang itu pujian tulus dari cewek-cewek yang suka sama gue. Hueeek… yang pasti temen-temen sekelas gue bilang, gue IMUT. Item Mutlak.
Di atas adalah list beberapa kekurangan gue dan kalau gue tulis semuanya, mungkin sepuluh halaman tidak akan cukup. Satu-satunya kelebihan gue adalah gue suka sekali musik, bahkan bisa disebut maniak musik. Itu menurut gue.
Gue tidak ingat kapan tepatnya gue tergila-gila dengan musik. Yang gue inget dulu pas gue kecil di kamar kakak gue ada tip dan tumpukan kaset-kaset yang waktu itu sedang hits. Nah, gue suka iseng stel sembarangan kaset yang sudah tidak ada bungkusnya itu, terakhir yang gue stel itu kalau nggak salah lagu hadad alwi. Gue kecil dengan riangnya bernyanyi yatoybah,, yatoybah,, sambil mengayunkan tangan ke bawah dan ke atas.
Ketika SMP, gue dikenalkan lagu-lagu barat sama kakak gue. Pertama lagu barat yang gue suka adalah linkin park, Numb. Walaupun sampai hari ini gue nggak pernah hafal liriknya, tapi itulah lagu yang membuat gue jadi maniak music sampai sekrang.
Cukup, itu history yang seharusnya tidak diumbar.
Masuk SMA, gue dikenal sebagai murid yang aneh, pendiam dan suka menyendiri. Aslinya gue memang pemalu dan tidak berani bertatap muka langsung dengan orang-orang baru. Alhasil gue jadi penyendiri dan lagi-lagi teman gue satu-satunya adalah music.
Musik sudah menjadi darah daging ditubuh gue, jika kalian mendengarkan music hanya sesekali ketika kalian BT, berbeda dengan gue. Gue mampu mendengarkan music 24 jam nonstop.
Semester pertama dan kedua pas SMA, temen-temen gue hanya sekelas saja. Entahlah, malas rasanya harus berbaur dengan murid lain. Gue lebih suka berdiam diri di pojok kelas sambil mendengarkan music melalu handsfree yang selalu gue bawa keman-mana.
Gue jauh dari organisasi sekolah. Kerjaan gue Cuma datang, belajar, kemudian pulang. Begitu setiap hari. Kadang bosan juga, bercakap-cakap dengan teman hanya sesekali. Gue kebanyak menonton drama kehidupan dilingkungan gue sendiri. Gue ibarat pemerhati keadaan. Diam dan terus melihat sekeliling tanpa mau bergabung. Sampai kejadian itu datang…
Setengah tujuh pagi, gue sudah berada di sekolah. Berjalan dengan menunduk melewati guru tata tertib yang menunggu murid-murid malang yang telat datang. Setelah melewati gerbang kedua, gue pakai lagi handsfree yang tadi gue copot sebelum masuk kawasan sekolah. 
bersambung...

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!