Hallo. Perkenalkan, nama gue Alfa. Tiga hal yang menjadi
ciri khas gue yaitu ganteng, smart dan dikagumi cewek-cewek. Asli, tiga hari
setelah gue membuat pernyataan tersebut, followers gue tinggal satu. Nyokap.
Oke, itu hanya pembukaan. Sebenarnya gue cuma pemuda
biasa-biasa aja, masih SMA, masih perjaka dan masih jomblo, itu yang penting.
Gue terlahir dengan IQ yang tidak terlalu tinggi. Gue lima bersaudara dan gue
anak terakhir. Temen-temen gue bilang IQ gue cuman sisa dari kakak-kakak gue,
itu terbukti mereka semua smart, selalu rangking satu dan jadi kebanggaan orang
tua. Gue dikenal sebagai pemuda hitam manis. Entah itu hanya untuk menghibur
gue yang mempunyai kulit gelap atau memang itu pujian tulus dari cewek-cewek
yang suka sama gue. Hueeek… yang pasti temen-temen sekelas gue bilang, gue
IMUT. Item Mutlak.
Di atas adalah list beberapa kekurangan gue dan kalau gue
tulis semuanya, mungkin sepuluh halaman tidak akan cukup. Satu-satunya
kelebihan gue adalah gue suka sekali musik, bahkan bisa disebut maniak musik.
Itu menurut gue.
Gue tidak ingat kapan tepatnya gue tergila-gila dengan
musik. Yang gue inget dulu pas gue kecil di kamar kakak gue ada tip dan
tumpukan kaset-kaset yang waktu itu sedang hits. Nah, gue suka iseng stel
sembarangan kaset yang sudah tidak ada bungkusnya itu, terakhir yang gue stel
itu kalau nggak salah lagu hadad alwi. Gue kecil dengan riangnya bernyanyi yatoybah,, yatoybah,, sambil mengayunkan
tangan ke bawah dan ke atas.
Ketika SMP, gue dikenalkan lagu-lagu barat sama kakak gue.
Pertama lagu barat yang gue suka adalah linkin park, Numb. Walaupun sampai hari
ini gue nggak pernah hafal liriknya, tapi itulah lagu yang membuat gue jadi
maniak music sampai sekrang.
Cukup, itu history yang seharusnya tidak diumbar.
Masuk SMA, gue dikenal sebagai murid yang aneh, pendiam dan
suka menyendiri. Aslinya gue memang pemalu dan tidak berani bertatap muka
langsung dengan orang-orang baru. Alhasil gue jadi penyendiri dan lagi-lagi
teman gue satu-satunya adalah music.
Musik sudah menjadi darah daging ditubuh gue, jika kalian
mendengarkan music hanya sesekali ketika kalian BT, berbeda dengan gue. Gue
mampu mendengarkan music 24 jam nonstop.
Semester pertama dan kedua pas SMA, temen-temen gue hanya
sekelas saja. Entahlah, malas rasanya harus berbaur dengan murid lain. Gue
lebih suka berdiam diri di pojok kelas sambil mendengarkan music melalu
handsfree yang selalu gue bawa keman-mana.
Gue jauh dari organisasi sekolah. Kerjaan gue Cuma datang,
belajar, kemudian pulang. Begitu setiap hari. Kadang bosan juga, bercakap-cakap
dengan teman hanya sesekali. Gue kebanyak menonton drama kehidupan dilingkungan
gue sendiri. Gue ibarat pemerhati keadaan. Diam dan terus melihat sekeliling
tanpa mau bergabung. Sampai kejadian itu datang…
Setengah tujuh pagi, gue sudah berada di sekolah. Berjalan
dengan menunduk melewati guru tata tertib yang menunggu murid-murid malang yang
telat datang. Setelah melewati gerbang kedua, gue pakai lagi handsfree yang
tadi gue copot sebelum masuk kawasan sekolah.
bersambung...



0 komentar:
Posting Komentar